Cara Mengatasi Gatal-Gatal

Semua penyebab gatal-gatal harus dijauhi misalnya berenang di kolam yang airnya mengandung klor. Hal ini dapat mencetuskan reaksi alergi dengan gejala bersin, mata merah dan gatal-gatal. Sedapat mungkin jangan menggunakan bahan baju dari poliester, tetapi gunakan bahan dari katun dan hindari juga memakai pakaian yang terlalu ketat.

Juga hindari perubahan suhu yang mendadak, misalnya dari ruangan dingin (AC) ke tempat panas yang dapat memicu gatal-gatal.

Pengobatan Gatal-Gatal

Mengenali dan mengobati penyebab gatal-gatal tidak begitu mudah karena dari 70-80% kasus, penyebabnya tidak dapat di deteksi dengan jelas. Bila sudah diketahui, baru dapat dilakukan pengobatan, antara lain dengan cara desensibilisasi. Tetapi biasanya pengobatan hanya diarahkan terhadap penanggulangan gejala gatal tanpa menghilangkan penyebabnya. Umumnya digunakan obat-obat antigatal. Keluhan gatal-gatal pada lansia dapat ditanggulangi dengan mengolesi kulit setiap hari dengan suatu krim hidratasi guna menghindari pengeringan kulit lebih lanjut.

Perlu pula diketahui bahwa setiap obat terhadap gatal-gatal seringkali bekerja karena sugesti. Karena itu obat yang disebut plasebo sering kali berhasil dengan sukses (bahasa Latin : placebo berarti “saya ingin menyenangkan”)

1. Obat-Obat Antigatal

Untuk swamedikasi banyak digunakan ramuan dalam bentuk cairan kocok, yang mengandung zat antigatal mentol atau fenol. Obat-obat ini biasanya dicampur dengan sengoksida atau kalamina dengan daya mengerutkan. Sediaan-sediaan ini bersifat menyejukkan karana penguapan air dari permukaan kulit, yang merupakan keuntungan dibandingkan dengan penggunaan obat-obat tersebut sebagai serbuk. Obat lain dengan khasiat antigatal kuat adalah crotamiton yang juga bekerja sebagai antikudis.

2. Antihistaminika

Antihistaminika juga sering digunakan pada gatal-gatal, yakni zat-zat yang berkhasiat meniadakan efek histamin. Zat perantara ini, bersama beberapa zat lainnya, dilepaskan oleh sel-sel mast pada suatu reaksi alergi. Yang dapat digunakan adalah krim atau lotion dengan antara lain prometazin, difenhidramin dan turunnya klorfenoksamin.

Untuk gatal-gatal di pelbagai tempat dari tubuh penggunaan obat dalam bentuk tablet adalah lebih praktis dan efektif. Obat yang sering digunakan adalah antara lain prometazin, feniramin dan dimetinden.

Pengobatan dengan antihistaminika tidak selalu berhasil karena di samping histamin masih terdapat beberapa zat-perantara lain yang dapat menimbulkan urticaria. Efek samping yang berupa menenangkan dari antihistaminika adalah sesuatu yang menguntungkan bagi khasiat antigatalnya. Tetapi menimbulkan rasa ngantuk sehingga berbahaya untuk mereka yang mengerjakan pekerjaan yang memerlukan kewaspadaan.

3. Kortikosteroida

Untuk gangguan gatal yang lebih parah dapat digunakan kortikosteroida, yaitu hormon anak-ginjal dengan khasiat antigatal dan antiradang kuat. Berhubung dengan efek sampingnya yang serius, obat-obat ini khusus dicadangkan bagi keadaan parah, seperti eksim. Sebagai pilihan pertama bila obat-obat antigatal lainnya tidak bermanfaat dapat digunakan krim hidrokortison-asetat 1% dan hidrokortison-butirat 0,1%. Diantara semua kortikoida, hidrokortison paling sedikit efek sampingnya.


=====================================

>>> Super Green Plus G2 Untuk Mengobati Gatal-gatal Kulit & Penyakit Kulit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Gatal-Gatal and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>